Senin, 23 Juni 2014

Lagu Madura Olle Ollang

Lagu Olle Ollang ini adalah salah satu lagu yang terkenal dari Madura. Konon bercerita tentang seorang istri yang menunggu suaminya datang berlayar. Tentu saja setiap pendengar mempunyai interpretasi sendiri. Saya sendiri berpendapat bahwa lagu ini bercerita tentang dua sejoli yang telah lama berpisah akan segera bertemu kembali. Lirik lagu ini berisi 4 bait pantun. Tiap bait berisi empat baris. Baris 1,2 berupa lampiran sedangkan baris 3,4 adalah isi.
Bait pertama bercerita tentang perahu yang akan berlayar pulang ke Pulau Madura. Ketika layar dibentangkan, kapalpun siap menyeberangi selat Madura. Perahupun disambut riang semilir angin laut yang menyejukkan. Bait ini menggambarkan betapa senangnya hati sang pria yang akan segera menjumpai kekasih hatinya nun jauh di pulau seberang.
Pada bait kedua perahu sampai di tujuan. Setelah perahu berlayar jauh meninggalkan Surabaya, sang nahkoda memusatkan arah ke timur laut. Ditengah hempasan gelombang tinggi air laut selama pelayaran, akhirnya mereka sampai di pesisir pulau Arosbaya.
Bait ketiga menyuarakan kerinduan sang wanita pujaan hati. Ia merasa tak kuat lagi menahan rindu. Ia pernah mencoba mencari pengganti, tapi tak ada satupun pria yang sepadan dengannya.
Bait keempat sang priapun mengatakan hal yang sama. Cintanya terlalu besar hingga ia tak kuat lagi menanggunggnya. Selama kurun waktu pelayaran, yang melingkupi pikirannya hanyalah banyangan kekasihnya seorang.
Dari lirik ini bisa dipastikan bahwa sang nelayan berasal dari Arosbaya, bagian barat laut pulau Madura. Penduduk di pesisir pantai Arosbaya sampai sekarangpun masih banyak yang berprofesi sebagai nelayan. Hal yang unik dari lirik lagu ini adalah ketika pencipta lagu menggunakan lampiran "mon amena sere se nalar" dan "ghambirrah ma' ghambir jaba". Saya tidak mengerti mengapa kalau bersirih harus menggunakan "sere se nalar" dan ada apa dengan gambir dari Jawa. Apakah "sere se nalar" memberikan rasa yang lebih nikmat sedangkan gambir dari Jawa rasanya berbeda dengan gambir yang lain dan cenderung memberi rasa yang 'kurang mantap'? Rasanya saya harus bertanya pada orang madura yang suka bersirih. Hmmm jadi teringat nenek. Semoga beliau diberi kelapangan di alam kubur sana..
Lalu penggunaan "mon olarra olar alengker" dan "lajing daun ma' nyenga' dai". Dalam mitos Madura, biasanya berkaitan dengan mimpi, ular adalah simbol dari jodoh dan ular yang melingkar adalah kedatangan jodoh yang takkan lama lagi atau sudah pasti. Sedangkan penggunaan ular hijau, sebagai salah satu ular yang berbisa, yang telah mematuk dahi sang pria menggambarkan bahwa cinta sang wanita telah menguasai pikirannya. Dibawah ini adalah lirik lagu Olle Ollang dan terjemahannya.

Olle ollang paraona alajara (Mendapati arah perahunya akan segera berlayar)
Olle ollang alajara ka madura (Mendapati arah berlayar ke pulau Madura)
Olle ollang mon lajar pon ebhabbharra (Mendapati arah ketika layar akan segera dibentangkan)
Olle ollang ngalesser angen saghara (Mendapati arah terasa semilirnya angin laut)

Olle ollang pon jau dari sorbaja (Mendapati arah telah jauh meninggalkan Surabaya)
Olle ollang aghuwar ka temor daja (Mendapati arah melaju ke timurlaut)
Olle ollang ngajerning aeng pon raja (Mendapati arah gelombang airpun kian tinggi)
Olle ollang epengghir sereng ros baja (Mendapati arah di pesisir laut Arosbaya)

Adhu yalle' mon amena sere se nalar (aduh adik, kalau bersirih dengan sirih yang merambat)
Du adhu yalle' ghambirrah ma' ghambir jaba (aduh aduh adik, gambirnya kok gambir dari ‎jawa)
Adu yalle' ethina rassa tak kellar (Aduh adik, saya merasa tidak kuat)
Du adhu yalle' ebhandhing tak nemo pada (Aduh aduh adik, tidak ada yang sebanding ‎denganmu)

Reff: 
Adu yalle' mon olarra olar alengker (Aduh adik, ularnya itu ular yang melingkar)
Du adhu yalle' Lajing daun ma' nyenga' dai (aduh aduh adik, ular hijau ternyata mematuk ‎dahi)
Adhu yalle' Mon tak kellar bula se neser (Aduh adik, sudah tak kuat aku menahan cinta)
Du adhu yalle' Jagha tedung ma' enga' bhai (aduh adik, bangun tidur masih saja terkenang)‎

Tidak ada komentar:

Posting Komentar